Selasa, 14 Maret 2017


Agent Rahasia 



Apa yang kalian tau tentang agen rahasia atau Intel (bukan indomie telor yaa)? mungkin kalian lansung terbayang film James Bond 007 yang menceritakan tentang agen rahasia inggris menjalankan mission yang impposible di bantu dengan alat-alat canggihnya. Apakah aku menjadi seperti itu? yapp

Kota Medan adalah kota yang keras bung. Berbagai macam bentuk kejahatan ada disini mulai dari Narkoba(bukan narik kolor bapak yaa), prostitusi, begal, perampokan, pembunuhan, dan laen-laen, pokoknya lengkap deh disini. Bahkan kasus pembegalan adalah kasus yang sudah biasa kudengar disini hingga telinga kebal, sampai permasalahan rumah tangga atau asmara juga ada, dimana di kelas asmara inilah aku menjadi agent, sebut saja agent 212 berbeda sedikit saja dengan agent 007.

terkadang melakukan pekerjaan kantor terasa membosankan dan menjenuhkan, karena saking jenuhnya aku sering bilang sama bapak-bapak di kantor " kalau ada job di luar bilang ya pak". Pernah juga aku nempel poster untuk jadi guru anak sd di sekolah, sampek di tembok rumah orang. Nempel ini penuh perjuangan karena harus cepat dan diam-diam, salah satu ilmu agent aku dapat disini hahaha.

seminggu aku menunggu, dalam hatiku "kenapa tidak ada yang menghubungi?". Setelah aku cek lagi ternyata poster-poster yang aku tempel udah lepas di copot orang, yang bersisa pun luntur kena hujan, begitu sial hidup ku wkwk. Setelah itu aku pun sudah malas untuk menempel lagi padahal poster yang baru sudah ku luminating.

karena perkejaan sebagai guru tidak berhasil aku jalani, aku memilih pekerjaan yag lebih beresiko, yaitu menjadi seorang intelegent. Ini serius broohh!.

"Mam, ada job ni,  mau ikut?" tanya seorang agent kepadaku, sebut saja agent 123 sayang semuanya (seperti lagu anak-anak dulu). "apa bang job nya?" tanyaku kepada agent 123 sayang semuanya. "kita mata-matai orang", "mata-matai siapa bang?" tutt tutt tutt suara telpon terputus. Sepertinya aku harus menemui agent 123 sayang semuanya secara lansung.

Setelah aku datang kerumahnya sang agent menjelaskan job desk nya. "kita begini dan begitu". sang agent tidak menceritakan resiko yang akan terjadi dan dengan lantang aku menjawab "kita laksanakan".

Senin, 06 Maret 2017


Fly Over Jamin Ginting



Selamat malam semuanya, bertemu lagi dengan saya humam maulana, semoga dengan tulisan kali ini bisa mengobati rasa kangen kalian dengan saya yaa (di tahan dulu muntahnya hahaha). Pada tulisan kali ini saya akan menceritakan sebuah kisah yang menurut saya penuh dengan perjuangan pada kehidupan ini dan kisah ini membuat air saya terjatuh (jarang-jarang loo cowok nangis) benar-benar seperti menonton kisah sedih di acara tv yang membuat penontonnya mengharu biru, namun kali ini saya merasakan sendiri dengan nyata.

Saya sangat menjaga kebugaran tubuh saya dengan berolahraga, biasanya saya ke gym minimal 3 kali dalam seminggu, dan saya hobby berlari (jogging) bahkan di smartphone saya ada aplikasi Nike Running yang merekam setiap saya berlari. Hobby ini bermula ketika saya sedang menunggu masa-masa pkl dari kampus. Pada saat itu teman-teman saya pada pulang ke kampung halamannya masing-masing. Sehingga timbulah hobby baru saya ini yaitu jogging setiap sore.

Siang itu sepulang dari gym saya mampir ke kantor karena searah pulang dari gym sekaligus mengantar makan siang untuk teman-teman saya yang sedang berdinas kala itu. Setelah memberikan makan siangnya saya mengobrol santai dengan Security yang sedang berjaga, obrolah ringan dengan penuh canda membuat tawa tak henti-hentinya dari wajah saya dan abang-abangs security yang sedang berjaga. 

Siang itu jarum jam menunjukkan pukul tiga. Ketika sedang asiknya mengobrol datang seorang pria sekitar umur 50  tahunan permisi kepada kami meminta kunci pintu masjid depan kantor. katanya ia ingin shalat zuhur. Rasa penasara kami pun muncul melihat penampilan bapak ini yang lusuh memakai peci dan terlihat lelah, di tangan kanannya terlihat ada tatto membuat saya sedikit berpikir negatif terhadap bapak ini. "Bapak darimana?" tanya ku kepada bapak itu. "dari Subulussalam pak, baru tertipu, saya kerja di kebun sawit dijanjikan gaji, tetapi yang menyuruh kabur pak, saya jalan kaki sudah sebulan pak " awalnya saya agak ragu karena terlalu banyak modus penipuan yang telah terjadi di kota Medan ini, wajar jika saya agak sedikit waspada. Lalu bapak itu meminta air kepada kami dengan botol Aqua yang sudah kekuningan, lalu Bang Anggi salah satu security memberikan air dengan botol yang baru. "Bapak tinggal dimana?" tanya Bang Anggi kepada bapak itu. "di Tanjung Morawa pak". Saya pun bingung soalnya Tanjung Morawa hanya lurusan dari kantor saya hanya tinggal menunggu angkot. lalu Bang Anggi berkata "Bapak sekarang harus pulang, karena keluarga sudah menunggu di rumah", bapak iu menjawab "tidak apa-apa pak" bapak itu terlihat tidak mau merepotkan kami.

Sabtu, 04 Maret 2017

My New Family


Berjumpa lagi dengan saya Humam Maulana, pada masih kenal kan dengan saya ...
sudah lama saya vakum dari menulis dan hari ini saya ingin memulainya lagi. Saya ingin menulis lagi karena terlalu banyak pengalaman sosial berharga yang saya dapatkan disini yang sangat disayangkan jika saya tidak membaginya kepada sesama. bahkan saya lebih banyak mendapatkan pengalaman sosial di bandingkan dengan ilmu MKG. banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan, saya akan memisah-misah pertulisan supaya anda tidak bosan membacanya

pada tulisan kali ini saya akan menceritakan tentang seorang kakek sampah yang sudah tua. Akan tetapi sudah seperti ayah saya sendiri.
Kakek Sampah

Sebelumnya saya sudah menceritakan bahwa saya ngekos di Medan, di kosan tersebut terdapat sebuah gubuk kecil terletak di sudut kosan yang penghuninya kakek dan keluarga kecilnya. Konon ketika Kos-kostan ini di bangun pemilik kos (Pak Mastoh), Pak Mastoh memberikan izin tinggal kepada kakek sampah dan keluarganya.

Mengapa saya menyebutnya kakek sampah, karena memang pekerjaan sehari-hari kakek ini mengutip sampah mengunakan becak nya, mulai dari rumah ke rumah, termasuk rumah-rumah pegawai BMKG. yang nantinya sampah-sampah ini akan dipisah-pisah dan akan dijual secara kiloan.
ada berbagai macam jenis sampah yang dijual mulai dari botol-botolan, kertas, kardus, plastik dan semua yg dapat dijual lainnya.