Rabu, 01 Juni 2016

Cerita Kota Seribu Kereta



"Horas Mejuah Juah" itulah kata yang sering aku dengar ketika tiba di kota ini, tak lain dan tak bukan adalah kota Medan. kata diatas adalah sapaan dalam bahasa batak karo yang artinya salam sehat, sejahtera, mujur, dan kelengkapannya.

Kota Medan sebenarnya dihuni oleh suku Melayu, namun karena banyaknya suku Batak yang merantau ke Medan sekarang populasinya sudah bercampur. Ditambah lagi pendatang dari luar provinsinya.

Medan termasuk kota yang sukunya beragam. Mulai dari Melayu yaitu suku aslinya dan kebanyakan terdapat di sumatera hingga semenanjung Malaysia, lalu ada suku Batak yang sangat khas dengan logat dan adatnya, lalu ada suku keling yaitu suku india yang bekas dibawa belanda dulu. Kalau kalian maen ke Medan kalian bakal sering nih liat orang India tapi pakek bahasa indonesia (emang gayanya kayak India pakek sari gitu kalau yang cewenya) dan di Medan ada kampung keling. lalu ada orang Jawa yang terkenal dengan merantaunya. dan yang terakhir kalian pasti udah bisa nebak, yaitu Chinese suku yang ada di seluruh dunia karena populasinya banyak banget.

Medan adalah kota yang sangat kaya akan kuliner, banyak sekali kuliner disini yang lokal maupun dari luar. pernah aku mencoba mencicipi rasa soto medan asli dari medan, rasanya sangat nendang membuat lidah bergoyang seakan akan ingin terbang *sorry alay*. Di karenakan kuahnya yang sangat kental berbeda dengan yang biasanya yang kita makan bukan dari tempat asalnya.

Sesuatu yang aku rasakan banget disini adalah makanannya murah banget. Nasi padang biasanya pakek ayam di Jakarta seharga 15 ribu, kalau pakek rendang pasti lebih mahal lagi. Tapi disini kalian makan nasi padang pakek ayam cuman 10 ribu, rendang 11 ribu. padahal itu sudah harga di warung padang ternama, sudah murah, banyak, dan enak lagi. makanya kalau urusan makan kalian nggak usah khawatir bro.

Senin, 08 Februari 2016

Kau yang Berjasa



Semenjak kecil saya tinggal di Aceh, tetapi karena saya melanjutkan kuliah ke salah satu sekolah kedinasan di Jakarta akhirnya saya merantau ke Jakarta. Pada saat saya sampai ke Jakarta banyak hal yang baru saya mengerti bahwa ternyata Ibukota sangat kejam seperti yang dikatakan orang. Ketika pertama kali melihatnya hati saya sangat ngilu, contohnya seperti orang yang sudah tua renta dan sakit sakitan berjualan tisu yang harganya cuman dua ribu rupiah sambil duduk di pinggiran stasiun kereta api. Ada lagi orang yang menjual aksesoris handphone di jembatan penyeberangan yang bahkan mungkin dalam sehari pun belum tentu ada yang laku. Bahkan anak-anak kecil sekalipun sudah disuruh orang tuanya untuk berjualan keliling, biasanya di persimpangan lampu merah kita sering melihat pemandangan seperti ini. Pemandangan yang membuat hati ngilu. Saya sangat mengharagai mereka yang berusaha daripada mereka yang meminta-minta.

Semenjak saya kuliah di Jakarta saya tinggal di kost-kostan bersama teman-teman saya. Sudah setahun lebih saya tinggal di Jakarta yang tepatnnya di Pondok Betung yaitu tempat diantara perbatasan antara Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan yang berarti perbatasan antara Banten dan Jakarta. Semenjak saya tinggal disini Banyak sekali Usaha Mikro Kecil Menengah di sekitar sini yang sangat membantu bagi masyarakat di sekitarnya. Seperti tukang sayur yang sudah berkeliling di pagi hari, tukang yang berjualan nasi uduk juga dari pagi buta, tukang sol sepatu, penjual gorengan, toko kelontong, odong-odong, warteg, pembeli barang bekas, dan lain-lain. Usaha-usaha diatas saya lihat sangat membantu, seperti ibu-ibu yang mau memasak di pagi hari lansung mengerumuni ibu tukang sayur yan

Rabu, 03 Februari 2016

Bertanyalah Sebelum Tersesat



whatsup broo....
apa kabar semuanya baik kan hehe, kali ini gue akan bercerita betapa dasyatnya salah satu bank terbaik di indonesia yaitu apalagi kalau bukan bank BNI broo. 



Pasti kalian nggak asing lagi dengan bank yang satu ini kan, gue yakin diantara kalian pasti banyak nih yang menabung di bank BNI kayak gue hehehe.