Cerita Kota Seribu Kereta
"Horas Mejuah Juah" itulah kata yang sering aku dengar ketika tiba di kota ini, tak lain dan tak bukan adalah kota Medan. kata diatas adalah sapaan dalam bahasa batak karo yang artinya salam sehat, sejahtera, mujur, dan kelengkapannya.
Kota Medan sebenarnya dihuni oleh suku Melayu, namun karena banyaknya suku Batak yang merantau ke Medan sekarang populasinya sudah bercampur. Ditambah lagi pendatang dari luar provinsinya.
Medan termasuk kota yang sukunya beragam. Mulai dari Melayu yaitu suku aslinya dan kebanyakan terdapat di sumatera hingga semenanjung Malaysia, lalu ada suku Batak yang sangat khas dengan logat dan adatnya, lalu ada suku keling yaitu suku india yang bekas dibawa belanda dulu. Kalau kalian maen ke Medan kalian bakal sering nih liat orang India tapi pakek bahasa indonesia (emang gayanya kayak India pakek sari gitu kalau yang cewenya) dan di Medan ada kampung keling. lalu ada orang Jawa yang terkenal dengan merantaunya. dan yang terakhir kalian pasti udah bisa nebak, yaitu Chinese suku yang ada di seluruh dunia karena populasinya banyak banget.
Medan adalah kota yang sangat kaya akan kuliner, banyak sekali kuliner disini yang lokal maupun dari luar. pernah aku mencoba mencicipi rasa soto medan asli dari medan, rasanya sangat nendang membuat lidah bergoyang seakan akan ingin terbang *sorry alay*. Di karenakan kuahnya yang sangat kental berbeda dengan yang biasanya yang kita makan bukan dari tempat asalnya.
Sesuatu yang aku rasakan banget disini adalah makanannya murah banget. Nasi padang biasanya pakek ayam di Jakarta seharga 15 ribu, kalau pakek rendang pasti lebih mahal lagi. Tapi disini kalian makan nasi padang pakek ayam cuman 10 ribu, rendang 11 ribu. padahal itu sudah harga di warung padang ternama, sudah murah, banyak, dan enak lagi. makanya kalau urusan makan kalian nggak usah khawatir bro.
