Agent Rahasia
Apa yang kalian tau tentang agen rahasia atau Intel (bukan indomie telor yaa)? mungkin kalian lansung terbayang film James Bond 007 yang menceritakan tentang agen rahasia inggris menjalankan mission yang impposible di bantu dengan alat-alat canggihnya. Apakah aku menjadi seperti itu? yapp
Kota Medan adalah kota yang keras bung. Berbagai macam bentuk kejahatan ada disini mulai dari Narkoba(bukan narik kolor bapak yaa), prostitusi, begal, perampokan, pembunuhan, dan laen-laen, pokoknya lengkap deh disini. Bahkan kasus pembegalan adalah kasus yang sudah biasa kudengar disini hingga telinga kebal, sampai permasalahan rumah tangga atau asmara juga ada, dimana di kelas asmara inilah aku menjadi agent, sebut saja agent 212 berbeda sedikit saja dengan agent 007.
terkadang melakukan pekerjaan kantor terasa membosankan dan menjenuhkan, karena saking jenuhnya aku sering bilang sama bapak-bapak di kantor " kalau ada job di luar bilang ya pak". Pernah juga aku nempel poster untuk jadi guru anak sd di sekolah, sampek di tembok rumah orang. Nempel ini penuh perjuangan karena harus cepat dan diam-diam, salah satu ilmu agent aku dapat disini hahaha.
seminggu aku menunggu, dalam hatiku "kenapa tidak ada yang menghubungi?". Setelah aku cek lagi ternyata poster-poster yang aku tempel udah lepas di copot orang, yang bersisa pun luntur kena hujan, begitu sial hidup ku wkwk. Setelah itu aku pun sudah malas untuk menempel lagi padahal poster yang baru sudah ku luminating.
karena perkejaan sebagai guru tidak berhasil aku jalani, aku memilih pekerjaan yag lebih beresiko, yaitu menjadi seorang intelegent. Ini serius broohh!.
"Mam, ada job ni, mau ikut?" tanya seorang agent kepadaku, sebut saja agent 123 sayang semuanya (seperti lagu anak-anak dulu). "apa bang job nya?" tanyaku kepada agent 123 sayang semuanya. "kita mata-matai orang", "mata-matai siapa bang?" tutt tutt tutt suara telpon terputus. Sepertinya aku harus menemui agent 123 sayang semuanya secara lansung.
Setelah aku datang kerumahnya sang agent menjelaskan job desk nya. "kita begini dan begitu". sang agent tidak menceritakan resiko yang akan terjadi dan dengan lantang aku menjawab "kita laksanakan".

